Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Selamat Datang di Website/ Blog Pribadi Saya. By: Iner Yual

Selasa, 29 Oktober 2019

PEMIMPIN YANG TAKUT AKAN TUHAN

Pemimpin Yang Takut Akan Tuhan

I.           Pendahuluan
Kita membaca dalam kitab Amsal tentang kepentingan kepemimpinan. Salomo memberi nasehat berikut : “Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasehat banyak, keselamatan ada” (Amsal 11 : 14). Pemimpin dibutuhkan dan kerja sama dengan penasehat. Nasehat ini menunjukan bahwa setiap kelompok kecil sampai negara harus ada pimpinan. Seorang pemimpin sebagai penunjuk arah hingga jelas kelompok itu mau kemana.
Konsep kepemimpinan kita pelajar dari alkitab. Misalnya kita mempelajari kepemimpinan Musa yang membawa bangsa Israel keluar dari penderitaan di Mesir sampai menuju ke tanah Kanaan yang Tuhan sudah janjikan. Kita juga mempelajari konsep kepemimpinan dari Tuhan Yesus sendiri saat Dia membina murid-murid-Nya. “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan tetapi, orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal : 1 : 7).  Seorang pemimpin yang tidak takut akan Tuhan, ia tidak berhasil dalam kepemimpinannya sebaliknya seorang peemimpin yang takut akan Tuhan ia berhasil dalam kepemimpinannya.

II.       Pengertian Kepemimpinan
a.      Pengertian Pemimpin
Pemimpin adalah seseorang yang memiliki pikiran, akal, hikmat, pengetahuan, dan ketrampilan sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara untuk bersama-sama melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk pencapaian beberapa tujuan.
b.      Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah ilmu dan seni yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menjalankan porses kepemimpinannya.
c.       Makna Memimpin
Memimpin adalah mengarahkan, menasihati dan mempengaruhi anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan yang ditentukan bersama-sama.

III.    Pengertian Organisasi
Organisasi adalah salah satu kumpulan anggota masyarakat. Kata “organisasi” ini kita bisa gambarkan pada tubuh manusia. Organ tubuh manusia disusun rapi antara anggota tubuh yang satu dengan anggota tubuh yang lain oleh urat. Anggota tubuh manusia melaksanakan tugasnya masing-masing misalnya kaki mengantar, tangan mengambil, mata melihat, telinga mendengar, gigi menggigit tetapi semua diarahkan oleh Hati dan Pikiran. Kumpulan anggota masyarakat yang sudah disusun rapi dan melaksanakan tugas masing-masing adalah organisasi yang berfungsi. Orang yang mengarahkan, mempengaruhi dan menasehati anggota kelompok itu desebut pemimpin.
Pemimpin dugunakan untuk semua kelompok, dari yang terendah sampai yang tertinggi. Misalnya pemimpin suku, pemimpin agama, pemimpin gereja, pemimpin sekolah, pemimpin partai, pemimpin bangsa dan pemimpin negara. Setiap kelompok memiliki seseorang pemimpin. Kelompok kecil apapun harus ada pemimpin sebab seorang pemimpin memegang peranan yang sangat penting.

IV.    Pentingnya Pemimpin
Pemimpin membawa masyarakat ke arah yang diharapkan melalui bimbingan, pengarahan dan komunikasi dan ia memberi harapan. Masyarakat membutuhkan pemimpin karena jika tidak ada arahan dan bimbingan maka saling mengaduh sampai habis di tempat.
Peran pemimpin tidak muncul sekarang tetapi sudah ada sejak pencipta manusia. Pemimpin manusia pertama dan terutama adalah Allah sendiri. Manusia mulai bertambah banyak maka Allah memakai manusia sebagai alat-Nya untuk memimpin manusia yang lain. Allah sendiri memimpin setiap hati manusia. Contoh bahwa Allah memakai manusia untuk memimpin manusia di dalam alkitab adalah Yusuf, Musa dan Petrus. Yusuf memimpin anak-anak Yakub. Kemudian Allah memakai Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan antar mereka ke tanah Kanaan. Allah memakai Petrus untuk memimpin orang percaya di Yerusalem. Dalam sejarah gereja kita mengenal Marthen Luther dan Yohanes Calvin sebagai pemimpin Reformasi. Dan Allah memakai pemimpin gereja di masa sekarang.
Dalam pemerintahan kerajaan dan kenegaraan Allah memakai pertama Saul untuk memimpin bangsa Israel sebagai raja, kemudian Allah memakai raja Daud dan raja Salomo dan Allah memakai manusia di seluruh dunia untuk memimpin setiap suku dan bangsa serta negara.
Sebelum ada Injil dan pemerintahan modern pun masyarakat sudah mengenal kepemimpinan dan menyadari pentingnya seorang pemimpin. Suku nomaden (yang hidupnya berpindah-pindah) pun dipimpin oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin mengutamakan kesejahteraan anggota kelompok. Ia mengetahui kebutuhan anggota kelompok dan harapan anggota kelompok ada pada pemimpin. Jika pemimpin tidak menyadari pentingnya kepemimpinan dan pentingnya anggota kelompok maka tidak berhasil. Tetapi jika ia menyadari pentingnya kepemimpinan dan memahami anggota kelompok maka ia berhasil dalam kepemimpinannya.

V.       Pemimpin dalam Alkitab
Untuk memahami pemimpin yang takut akan Tuhan, kita perlu belajar dari alkita. Jika kita bisa belajar dari pemimpin yang tidak mengenal Allah dan apa akibatnaya.
1)      Yusuf
Yusuf adalah seorang pemuda yang takut akan Tuhan. Dia dijual oleh saudara-saudara ke Mesir dan menjadi pembantu di rumah potifar. Istri Potifar menggoda Yusuf untuk melakukan hubungan seksual karena ia jatuh cinta. Tetapi Yusuf menolak permintaan istri Potifar karena ia takut menodai dirinya dan melanggar perintah Tuhan (Kejadian 39). Yusuf menghadapi banyak tantangan namun Tuhan menjaga Yusuf dan memberikan kasih sayang kepadanya sehingga ia menjadi penyelamat atas saudara-saudaranya dari kelaparan. Yusuf menjadi pemimpin istana raja di Mesir dan berhasil meningkatkan kekuasaan raja dan menjamin hidup masyarakat. Kesejahteraan hidup sangat dirasakan bapa, saudara-saudara dan orang Mesir.
Sikap Yusuf menjadi contoh yang baik bagi pemuda-pemudi sekarang untuk menjaga kekudusan hidup dan menjauhkan diri dari godaan seksual. Maka Tuhan bisa mengaruniakan seebagai pemimpin di masa depan. Perlu kehidupan akrab dengan Tuhan hingga tidak jatuh dalam dosa perzinahan. Di masa sekarang banyak pemimpin gereja jatuh dalam dosa seksual, ketamakan dan penyembahan dewa, karena kehidupan rohani anggota jemaat merosot. Marilah kita belajar dari kehidupan Yusuf yang berdiri teguh pada Tuhan dengan tidak berkompromi atas bujukan dari istri Potifar.
2)      Musa
Muasa adalah seorang pemimpin yang Allah pakai untuk membawa orang Israel keluar dari Mesir dan berhasil melewati laut Teberau. Musa menghadap Allah di gunung Sinai dan Allah berfirman kepadanya.
Musa adalah seorang pemimpin yang allah pakai untuk membawa orang israel keluar dari mesir dan berhasil melewati laut .Teberu .Musa menghadap Allah  di kunung sinai ,dan Allah berfirman kepadanya.
Musa di sebut setia oieh Allah dalam  kitab ibrani 3:2” yang setia kepada dia yang telah menetapkan-Nya ,sebagaimana musa pun setia dalam segenap rumah-Nya “.musa berdoa unttuk umat israel [Keluaran 32:31-32] dan dia mempunyai sifat lemah lembut [Bilangan 12:3]
Suatu saat bangsa israel merontak lagi terhadap musa dan Harun.Musa mendapat sorotan dari orang israel karena mereka haus dan dahaga ,maka musa marah lalu secara kanas memukul batu gunung di meriba dngan tongkat ,lalu air kluar dari gunung itu sehingga orang israel dapat minum .Tuhan berfirman : ’’karena kamu tidak percaya kepada-ku dan tidak menghormati kekudusan-ku di depan mata orang Israel ,itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan –ku berikan kepada mereka’’. [Bilangan 20:12] Bagi Tuhan ketaatan perintah-Nya sangat penting. Ketidaktaatan pada perintah-Nya menyebabkan musa sendiri tidak masuk tanah kanaan .Tindakan sesuai dengan kenginginan pemimpin sendiri membawa akibat yang buruk. Menyalahgunakan emosi dalam jabatan dan melampiasakan emosi kepada rakyat sangat berbahaya dalam nasip hidup .Jadi sebelum menjadi pemimpin perlu belajar untuk mengendalikan emosi.
3)      Yosua
Yosua adalah pemimpin yang setia dan penuh Roh Allah [Keluaran 33:11; Bilangan 27;18-23]. Yosua setia dalam perkara-perkara yang kecil maka Allah memberikan tanggung jawab yang besar, yaitu ia menggantikan musa dan menuntun umat israel hingga mereka masuk di Tanah kanaan .Akibat menyatakan bahwa yosua memimpin bangsa Israel, bukan dengan kekuatan dri dirinya sendiri tetapi tuhan Allah yang memberkati an memberikan kekuatan [Yosua 1:5-9]. Dalam kepemimpinannya ia jujur dan setia.
4)      Raja saul
Raja Saul di percayakan Tuhan Allah untuk menjadi raja pertama bagi orang Israel, saul menjadi raja bagi orang Israel selama 15 tahun .kemudian Allah memilih dan mengangkat Daud menjadi raja orang Israel yang kedua. Samuel berkata kepada Saul : Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau,  sebagai raja atas Israel; [1 Samuel 15 :26]. Saul gagal untuk memimpin bangsa Israel karena ia bertindak sesuai keinginan hatinya dan tidak mentaati Firman Allah.
5)      Raja Daud
Raja Daud  adalah pemimpin yang Tuhan mengasihi. Dalam kisah (Para Rasul 13:22) kita baca :Tentang Daud Allah telah menyatakan : Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-ku”. Namun Daud menyalahgunakan jabatan merampas istri orang lain dan membunuh suaminya. Tuhan memberikan hukuman kepada Daud. Raja Daud memohon pengampunan dosa dengan sungguh hati dan Allah mengampuni  dosa Daud. Seorang pemimpin tidak lubut dari dosa tetapi sangat penting adalah seorang selalu bersekutu dengan Tuhan dan meminta pengampunan dosa.
Dosa perzinahan mencerminkan penghinaan terhadap Allah dan Firman-Nya yang kudus. Injil di pandang rendah, seakan-akan itu hal yang sepele dan tidak layak ditaati. Alkitab menyatakan bahwa setiap orang yang berbuat zinah tidak layak menduduki jabatan penilik jemaat (1 Timotius 3:2). Contoh dosa yang dilakukan oleh raja Daud merupakan pelanggaran terhadap hukum TUHAN dengan berbuat zinah, membunuh dan menipu. Karena Daud telah membunuh Uria untuk memperoleh istrinya, Allah menjatuhkan hukuman pada Daud dan keluarganya yang akan digenapi dengan kekerasan, persengketaan dan pembunuhan sepanjang sisa hidupnya. Alkitab mencatat setidak-tidaknya empat peristiwa sebagai akibat kutukan ini : kematian anak perzinahan (Samuel 12 : 14); pembunuhan Amon oleh Absalom (2 Samuel 13 : 32, 33); pembunuhan Absalom yang memberotak melawan ayahnya (2 Samuel 18 : 9-17); dan hukuman mati Adonia (Raja-Raja 2:24-25).
6)      Raja Saul
Raja Salomo berhikmat. Dia seorang raja yang cukup berkuasa. Salomo menguasai ekonomi saat itu dan membangun kota Yerusalem begitu megah. Ia dihormati oleh semua raja, jabatan, kekuasaan dan kekayaan membuat ia terjerumus dalam poligami dan kawin banyak istri. Banyak istri menyebabkan hatinya terpikat pada berhala istri-istrinya dan menyembah kepada dewa-dewi. Raja Salomo melanggar perintah Tuhan yang perta :”Jangan menyembah allah lain di hadapanku”. Kerajaan Israel terbagi dua akibat dosa Salomo : kerajaan setelah dan kerajaan utara. Kerajaan utara berjalan sampai hancur karena pemimpi-pemimpin tidak mentaati firman Tuhan.
7)      Nehemia
Nehemia adalah seorang gubernur di Yudea, yang takut akan Tuhan. Dia membelah hak orang tertindas dan memperhatikan kesejahteraan. Melalui pimpinannya, Nehemia membangun tembok kota Yerusalem dalam waktu yang singkat. Nehemia seorang Teliti dan Cerdas.  Ia Berani dan Pandai untuk membangun semangat orang lain (Nehemia 4:14). Nehemia sangat mengandalkan TUHAN. Pemimpin-pemimpin sekarang juga perlu mengandalkan Tuhan daripada mengandalkan diri sendiri, supaya berhasil dalam kepemimpinan dan mencapai tujuan.
8)      Yesus
Tuhan Yesus adalah pemimpin yang terbaik di dunia ini. Kita bisa mempelajari kepemimpinanNya selama Dia ada di dunia ini.
a)        Tuhan Yesus memilih murid-muridNya setelah berdosa semalam (Lukas 6:12-16).
b)        Tuhan Yesus hidup, berjalan dan bekerja bersama-sama dengan murid-muridNya. Dia memakai banyak waktu untuk membina mereka.
c)        Tuhan Yesus mendidik murid-muridNya (Matius 5-7) tentang pola hidup dalam kerajaan Allah, cara berdoa dan bagaimana perlu mengerti perjanjian lama. Pendidikan Tuhan Yesus sangat praktis.
d)       Tuhan Yesus pelan-pelan menjelaskan bahwa Dia adalah Jurru Selamat. Dia tidak menjelaskan semua fakta pada awalnya tetapi melalui pekerjaanNya Dia menyakinkan bahwa Dialah Mesias. Tuhan Yesus menunjukkan bahwa praktek hidup sangat penting.
e)        Tuhan Yesus memberikan tugas yang praktis kepada murid-murid (Markus 6:39, 43). Pembinaan, murid-murid diutus dengan misi yang terbatas, tetapi dengan keterangan yang jelas (Matius 10). Tuhan Yesus tidak memberikan teori saja, namun berikan pelajaran melalui pengalaman.
f)         Tuhan Yesus mengevaluasi pekerjaan murid-murid-Nya. Setelah mereka kembali dari misi yang terbatas, murid-murid menceritakan pengalaman dan tantangan yang dihadapi (Markus 6:30). Dalam (Lukas 10:1-20) ada lagu utusan murid-murid dan evaluasi diadakan setelah mereka kembali. Tuhan Yesus mengingatkan mereka bahwa tidak perlu bersukacita atas segala hasil yang dicapai dalam tugas mereka bahwa tidak perlu bersukacita atas segala hasil yang dicapai dalam tugas mereka, namun bersukacita karena namanya terdaftar di sorga. Tidak perlu menjadi tinggi hati atau sombong kalau berhasil, tetapi mengingat anugerah Tuhan.
g)        Tuhan Yesus juga menegur murid-murid-Nya. Murid-murid sangat takut pada saat ada angin ribut dalam (Markus 4:35-41). Namun Tuhan Yesus bertanya: “Kenapa kamu tidak percaya?” Yesus menegur Petrus dalam Matius (16:23), karena Petrus menghalangi Tuhan Yesus untuk memenuhi tugasNya. Tuhan Yesus menegur dosa, tetapi pedosa dihadapi dengan kasih.
h)        Tuhan Yesus berdoa untuk murid-muridNya. (Matius11:25-27) dan Yohanes 17.
i)          Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya (Matius 28:18-20) berdasarkan kasih Allah terhadap dunia. (Yohanes 3:16) menjadi tujuan: supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan peroleh hidup yang keka. 
VI.    Sifat Pemimpin
Melalui contoh yang dari Alkitab bisa ambil kesimpulan mengenai sifat pemimpin yang takut akan Tuhan.
Ada dua sifat kepemimpinan yang perlu diterapkan :


a)      Sifat alamiah
a.       Percaya diri sendiri
b.      Mengenal orang
c.       Mampu untuk mengambil keputusan
d.      Ambisius
e.       Munculkan ide dari diri dendiri
f.       Mampu untuk menyuru orang lain
g.      Didoroang oleh pertimbangan
h.      Mandiri
c)         Sifat rohani
a.       Percaya kepada Allah
b.      Mengenal Allah
c.       Mencari kehendak Allah
d.      Tidak meninggikan diri sendiri
e.       Mengikuti caranya Allah
f.       Mentaati Allah
g.      Didoroang oleh kasih terhadap Allah
h.      Bergantung kepada Allah

VII.        Syarat Kepemimpinan
      Di bawah ini ada lima syarat yang harus ada pada seorang pemimpin, yaitu :
1)      Kejujuran
Jujur adalah sifat terbuka, tidak menyembunyikan sesuatu. Jujur menyatakan hal yang salah dan menyatakan hal yang benar sesuai dengan fakta.
“menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur, siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya” (Amsal 16 : 17).
2)      Kesetiaan
“Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia dalam perkara-perkara besar. Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar” (Lukas 16:10). Dari ayat ini sudah jelas bahwa seorang pemimpin jika setia dalam pekerjaan kecil maka ia akan setia juga dalam pekerjaan besar. Maka dengan demikian mulailah memimpin pekerjaan kecil dengan tekun dan setia sehingga jika mendapat tugas yang beratpun tidak mersa sulit baginya.
3)      Kemurahan hati
“Berbahagilah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan” (Matius 5:7). Seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya haruslah dengan murah hatinya tanpa memandang muka terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Karena dengan demikian ia juga akan mendapat kemurahan.
4)      Kerendahan hati
“Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat,, dan kerendahan hati mendahului kehormatan” (Amsal 15:33). “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan” (Amsal 22:4).
Jelas dari syarat-syarat ini bahwa seorang pemimpin harus hidup dan memimpin dengann rendah hati di hadapan Allah. Kerendahan hati yang semacam ini memuliakan TUHAN dan mentari firman-Nya.
5)      Kesabaran
Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik diperlukan kesabaran yang tinggi. Kesabaran merupakan sifat yang harus bertumbuh dan berkembang dalam kehidupan iman. (2 Korintus 6:4) “sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.

VIII.       Penutup
Pemimpin yang takut akan Tuhan adalah seorang yang menjalankan tugas dengan setia dan tekun dan dalam segala hal bergantungan Tuhan. Kita tidak menjadi pemimpin karena pintar, hebat dan kaya tetapi itu satu kepercayaan Allah untuk memimpin umatNya, melalui memimpin karyawan kantornya, keluarganya, kelompok masyarakatnya, dsb. Dalam kepemimpinan tidak mencari kepentingan diri sendiri melainkan mencari kepentingan orang lain demi Nama Tuhan dipermuliakan. Kepemimpinan yang tidak mengingat akan Tuhan akan gagal dan tidak berhasil dengan baik.
Kepemimpinan dalam keluarga akan mempengaruhi anggota keluarga. Anak-anak yang didik tentang Tuhan Allah akan mengenal moral secara Alkitab. Kepemimpinan yang baik dalam gereja akan mempengaruhi anggota jemaat. Pada saat firman Tuhan dibuka, Roh Kudus akan kerja dan anggota jemaat akan menerima fondasi yang kuat untuk melawan tantangan di dunia.

Sumber :
Moses Surabut, 2011. Jadilah Pemimpin Yang Takut Akan Tuhan, Halaman 134-143. Wamena, Jayawijawa, Papua.

0 komentar:

Posting Komentar