Pemimpin Yang Takut Akan Tuhan
I.
Pendahuluan
Kita membaca dalam kitab Amsal tentang kepentingan
kepemimpinan. Salomo memberi nasehat berikut : “Jikalau tidak ada pimpinan,
jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasehat banyak, keselamatan ada” (Amsal 11 : 14). Pemimpin dibutuhkan dan
kerja sama dengan penasehat. Nasehat ini menunjukan bahwa setiap kelompok kecil
sampai negara harus ada pimpinan. Seorang pemimpin sebagai penunjuk arah hingga
jelas kelompok itu mau kemana.
Konsep kepemimpinan kita pelajar dari alkitab. Misalnya
kita mempelajari kepemimpinan Musa yang membawa bangsa Israel keluar dari
penderitaan di Mesir sampai menuju ke tanah Kanaan yang Tuhan sudah janjikan.
Kita juga mempelajari konsep kepemimpinan dari Tuhan Yesus sendiri saat Dia
membina murid-murid-Nya. “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan tetapi,
orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal
: 1 : 7).
Seorang pemimpin yang tidak takut akan Tuhan, ia tidak
berhasil dalam kepemimpinannya sebaliknya seorang peemimpin yang takut akan
Tuhan ia berhasil dalam kepemimpinannya.
II.
Pengertian
Kepemimpinan
a. Pengertian
Pemimpin
Pemimpin
adalah seseorang yang memiliki pikiran, akal, hikmat, pengetahuan, dan
ketrampilan sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara
untuk bersama-sama melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk pencapaian
beberapa tujuan.
b.
Kepemimpinan
Kepemimpinan
adalah ilmu dan seni yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menjalankan
porses kepemimpinannya.
c.
Makna Memimpin
Memimpin adalah mengarahkan, menasihati dan mempengaruhi
anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan yang ditentukan bersama-sama.
III.
Pengertian Organisasi
Organisasi adalah salah satu kumpulan anggota masyarakat.
Kata “organisasi” ini kita bisa gambarkan pada tubuh manusia. Organ tubuh
manusia disusun rapi antara anggota tubuh yang satu dengan anggota tubuh yang
lain oleh urat. Anggota tubuh manusia melaksanakan tugasnya masing-masing
misalnya kaki mengantar, tangan mengambil, mata melihat, telinga mendengar,
gigi menggigit tetapi semua diarahkan oleh Hati
dan Pikiran. Kumpulan anggota masyarakat yang sudah disusun rapi dan
melaksanakan tugas masing-masing adalah organisasi yang berfungsi. Orang yang
mengarahkan, mempengaruhi dan menasehati anggota kelompok itu desebut pemimpin.
Pemimpin dugunakan untuk semua kelompok, dari yang
terendah sampai yang tertinggi. Misalnya pemimpin suku, pemimpin agama,
pemimpin gereja, pemimpin sekolah, pemimpin partai, pemimpin bangsa dan
pemimpin negara. Setiap kelompok memiliki seseorang pemimpin. Kelompok kecil
apapun harus ada pemimpin sebab seorang pemimpin memegang peranan yang sangat
penting.
IV.
Pentingnya Pemimpin
Pemimpin membawa masyarakat ke arah yang diharapkan
melalui bimbingan, pengarahan dan komunikasi dan ia memberi harapan. Masyarakat
membutuhkan pemimpin karena jika tidak ada arahan dan bimbingan maka saling
mengaduh sampai habis di tempat.
Peran pemimpin tidak muncul sekarang tetapi sudah ada
sejak pencipta manusia. Pemimpin manusia pertama dan terutama adalah Allah
sendiri. Manusia mulai bertambah banyak maka Allah memakai manusia sebagai
alat-Nya untuk memimpin manusia yang lain. Allah sendiri memimpin setiap hati
manusia. Contoh bahwa Allah memakai manusia untuk memimpin manusia di dalam
alkitab adalah Yusuf, Musa dan Petrus. Yusuf memimpin anak-anak Yakub. Kemudian
Allah memakai Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan antar
mereka ke tanah Kanaan. Allah memakai Petrus untuk memimpin orang percaya di
Yerusalem. Dalam sejarah gereja kita mengenal Marthen Luther dan Yohanes Calvin
sebagai pemimpin Reformasi. Dan Allah memakai pemimpin gereja di masa sekarang.
Dalam pemerintahan kerajaan dan kenegaraan Allah memakai
pertama Saul untuk memimpin bangsa Israel sebagai raja, kemudian Allah memakai
raja Daud dan raja Salomo dan Allah memakai manusia di seluruh dunia untuk
memimpin setiap suku dan bangsa serta negara.
Sebelum ada Injil dan pemerintahan modern pun masyarakat
sudah mengenal kepemimpinan dan menyadari pentingnya seorang pemimpin. Suku
nomaden (yang hidupnya berpindah-pindah) pun dipimpin oleh seorang pemimpin.
Seorang pemimpin mengutamakan kesejahteraan anggota kelompok. Ia mengetahui
kebutuhan anggota kelompok dan harapan anggota kelompok ada pada pemimpin. Jika
pemimpin tidak menyadari pentingnya kepemimpinan dan pentingnya anggota
kelompok maka tidak berhasil. Tetapi jika ia menyadari pentingnya kepemimpinan
dan memahami anggota kelompok maka ia berhasil dalam kepemimpinannya.
V.
Pemimpin dalam
Alkitab
Untuk memahami pemimpin yang takut akan Tuhan, kita perlu
belajar dari alkita. Jika kita bisa belajar dari pemimpin yang tidak mengenal
Allah dan apa akibatnaya.
1) Yusuf
Yusuf
adalah seorang pemuda yang takut akan Tuhan. Dia dijual oleh saudara-saudara ke
Mesir dan menjadi pembantu di rumah potifar. Istri Potifar menggoda Yusuf untuk
melakukan hubungan seksual karena ia jatuh cinta. Tetapi Yusuf menolak
permintaan istri Potifar karena ia takut menodai dirinya dan melanggar perintah
Tuhan (Kejadian 39). Yusuf menghadapi banyak tantangan namun Tuhan menjaga
Yusuf dan memberikan kasih sayang kepadanya sehingga ia menjadi penyelamat atas
saudara-saudaranya dari kelaparan. Yusuf menjadi pemimpin istana raja di Mesir
dan berhasil meningkatkan kekuasaan raja dan menjamin hidup masyarakat.
Kesejahteraan hidup sangat dirasakan bapa, saudara-saudara dan orang Mesir.
Sikap
Yusuf menjadi contoh yang baik bagi pemuda-pemudi sekarang untuk menjaga
kekudusan hidup dan menjauhkan diri dari godaan seksual. Maka Tuhan bisa
mengaruniakan seebagai pemimpin di masa depan. Perlu kehidupan akrab dengan
Tuhan hingga tidak jatuh dalam dosa perzinahan. Di masa sekarang banyak
pemimpin gereja jatuh dalam dosa seksual, ketamakan dan penyembahan dewa,
karena kehidupan rohani anggota jemaat merosot. Marilah kita belajar dari
kehidupan Yusuf yang berdiri teguh pada Tuhan dengan tidak berkompromi atas
bujukan dari istri Potifar.
2)
Musa
Muasa
adalah seorang pemimpin yang Allah pakai untuk membawa orang Israel keluar dari
Mesir dan berhasil melewati laut Teberau. Musa menghadap Allah di gunung Sinai
dan Allah berfirman kepadanya.
Musa
adalah seorang pemimpin yang allah pakai untuk membawa orang israel keluar dari
mesir dan berhasil melewati laut .Teberu .Musa menghadap Allah di kunung sinai ,dan Allah berfirman
kepadanya.
Musa
di sebut setia oieh Allah dalam kitab
ibrani 3:2” yang setia kepada dia yang telah menetapkan-Nya ,sebagaimana musa
pun setia dalam segenap rumah-Nya “.musa berdoa unttuk umat israel [Keluaran 32:31-32] dan dia mempunyai
sifat lemah lembut [Bilangan 12:3]
Suatu
saat bangsa israel merontak lagi terhadap musa dan Harun.Musa mendapat sorotan
dari orang israel karena mereka haus dan dahaga ,maka musa marah lalu secara
kanas memukul batu gunung di meriba dngan tongkat ,lalu air kluar dari gunung
itu sehingga orang israel dapat minum .Tuhan berfirman :
’’karena kamu tidak percaya kepada-ku dan tidak
menghormati kekudusan-ku di depan mata orang Israel ,itulah sebabnya kamu tidak
akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan –ku berikan kepada mereka’’.
[Bilangan 20:12]
Bagi Tuhan ketaatan perintah-Nya sangat penting. Ketidaktaatan pada
perintah-Nya menyebabkan musa sendiri tidak masuk tanah kanaan .Tindakan sesuai
dengan kenginginan pemimpin sendiri membawa akibat yang buruk. Menyalahgunakan
emosi dalam jabatan dan melampiasakan emosi kepada rakyat sangat berbahaya
dalam nasip hidup .Jadi sebelum menjadi pemimpin perlu belajar untuk
mengendalikan emosi.
3)
Yosua
Yosua
adalah pemimpin yang setia dan penuh Roh Allah [Keluaran 33:11; Bilangan 27;18-23]. Yosua setia dalam
perkara-perkara yang kecil maka Allah memberikan tanggung jawab yang besar,
yaitu ia menggantikan musa dan menuntun umat israel hingga mereka masuk di
Tanah kanaan .Akibat menyatakan bahwa yosua memimpin bangsa Israel, bukan
dengan kekuatan dri dirinya sendiri tetapi tuhan Allah yang memberkati an
memberikan kekuatan [Yosua 1:5-9]. Dalam kepemimpinannya ia jujur dan setia.
4) Raja
saul
Raja
Saul di percayakan Tuhan Allah untuk menjadi raja pertama bagi orang Israel,
saul menjadi raja bagi orang Israel selama 15 tahun .kemudian Allah memilih dan
mengangkat Daud
menjadi raja orang Israel yang kedua. Samuel berkata kepada Saul : Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan
engkau, sebagai raja atas Israel;
[1 Samuel 15 :26]. Saul gagal untuk memimpin bangsa Israel karena
ia bertindak sesuai keinginan hatinya dan tidak mentaati Firman Allah.
5)
Raja
Daud
Raja
Daud adalah pemimpin yang Tuhan mengasihi.
Dalam kisah (Para Rasul 13:22) kita baca : “Tentang Daud Allah telah menyatakan :
Aku telah mendapat Daud bin Isai,
seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan
segala kehendak-ku”. Namun Daud menyalahgunakan jabatan merampas istri orang lain dan membunuh suaminya.
Tuhan memberikan hukuman kepada Daud. Raja Daud memohon pengampunan dosa dengan
sungguh hati dan Allah mengampuni dosa
Daud. Seorang pemimpin tidak lubut dari dosa tetapi sangat penting adalah
seorang selalu bersekutu dengan Tuhan dan meminta pengampunan dosa.
Dosa
perzinahan mencerminkan penghinaan terhadap Allah dan Firman-Nya yang kudus.
Injil di pandang rendah, seakan-akan itu hal yang sepele dan tidak layak
ditaati. Alkitab menyatakan bahwa setiap orang yang berbuat zinah tidak layak
menduduki jabatan penilik jemaat (1 Timotius
3:2). Contoh dosa yang dilakukan oleh raja Daud merupakan pelanggaran
terhadap hukum TUHAN dengan berbuat zinah, membunuh dan menipu. Karena Daud
telah membunuh Uria untuk memperoleh istrinya, Allah menjatuhkan hukuman pada
Daud dan keluarganya yang akan digenapi dengan kekerasan, persengketaan dan
pembunuhan sepanjang sisa hidupnya. Alkitab mencatat setidak-tidaknya empat
peristiwa sebagai akibat kutukan ini : kematian anak perzinahan (Samuel 12 : 14); pembunuhan Amon oleh Absalom (2 Samuel 13 : 32, 33); pembunuhan Absalom yang memberotak melawan
ayahnya (2 Samuel 18 : 9-17); dan
hukuman mati Adonia (Raja-Raja 2:24-25).
6)
Raja
Saul
Raja
Salomo berhikmat. Dia seorang raja yang cukup berkuasa. Salomo menguasai
ekonomi saat itu dan membangun kota Yerusalem begitu megah. Ia dihormati oleh
semua raja, jabatan, kekuasaan dan kekayaan membuat ia terjerumus dalam
poligami dan kawin banyak istri. Banyak istri menyebabkan hatinya terpikat pada
berhala istri-istrinya dan menyembah kepada dewa-dewi. Raja Salomo melanggar
perintah Tuhan yang perta :”Jangan menyembah
allah lain di hadapanku”. Kerajaan Israel terbagi dua akibat dosa Salomo :
kerajaan setelah dan kerajaan utara. Kerajaan utara berjalan sampai hancur
karena pemimpi-pemimpin tidak mentaati firman Tuhan.
7)
Nehemia
Nehemia
adalah seorang gubernur di Yudea, yang takut akan Tuhan. Dia membelah hak orang
tertindas dan memperhatikan kesejahteraan. Melalui pimpinannya, Nehemia
membangun tembok kota Yerusalem dalam waktu yang singkat. Nehemia seorang Teliti dan Cerdas. Ia Berani
dan Pandai untuk membangun semangat orang lain (Nehemia 4:14).
Nehemia sangat mengandalkan
TUHAN. Pemimpin-pemimpin sekarang juga perlu mengandalkan Tuhan daripada
mengandalkan diri sendiri, supaya berhasil dalam kepemimpinan dan mencapai
tujuan.
8)
Yesus
Tuhan
Yesus adalah pemimpin yang terbaik di dunia ini. Kita bisa mempelajari
kepemimpinanNya selama Dia ada di dunia ini.
a)
Tuhan
Yesus memilih murid-muridNya setelah berdosa semalam (Lukas 6:12-16).
b)
Tuhan
Yesus hidup, berjalan dan bekerja bersama-sama dengan murid-muridNya. Dia
memakai banyak waktu untuk membina mereka.
c)
Tuhan
Yesus mendidik murid-muridNya (Matius
5-7) tentang pola hidup dalam kerajaan Allah, cara berdoa dan bagaimana
perlu mengerti perjanjian lama. Pendidikan Tuhan Yesus sangat praktis.
d)
Tuhan
Yesus pelan-pelan menjelaskan bahwa Dia adalah Jurru Selamat. Dia tidak
menjelaskan semua fakta pada awalnya tetapi melalui pekerjaanNya Dia
menyakinkan bahwa Dialah Mesias. Tuhan Yesus menunjukkan bahwa praktek hidup
sangat penting.
e)
Tuhan
Yesus memberikan tugas yang praktis kepada murid-murid (Markus 6:39, 43). Pembinaan, murid-murid diutus dengan misi yang
terbatas, tetapi dengan keterangan yang jelas (Matius 10). Tuhan Yesus tidak memberikan teori saja, namun berikan
pelajaran melalui pengalaman.
f)
Tuhan
Yesus mengevaluasi pekerjaan murid-murid-Nya. Setelah mereka kembali dari misi yang terbatas,
murid-murid menceritakan pengalaman dan tantangan yang dihadapi (Markus 6:30). Dalam (Lukas 10:1-20) ada lagu utusan
murid-murid dan evaluasi diadakan setelah mereka kembali. Tuhan Yesus
mengingatkan mereka bahwa tidak perlu bersukacita atas segala hasil yang
dicapai dalam tugas mereka bahwa tidak perlu bersukacita atas segala hasil yang
dicapai dalam tugas mereka, namun bersukacita karena namanya terdaftar di
sorga. Tidak perlu menjadi tinggi hati atau sombong kalau berhasil, tetapi
mengingat anugerah Tuhan.
g)
Tuhan
Yesus juga menegur murid-murid-Nya. Murid-murid sangat takut pada saat ada angin ribut
dalam (Markus 4:35-41). Namun Tuhan
Yesus bertanya: “Kenapa kamu tidak percaya?” Yesus menegur Petrus dalam Matius (16:23), karena Petrus
menghalangi Tuhan Yesus untuk memenuhi tugasNya. Tuhan Yesus menegur dosa,
tetapi pedosa dihadapi dengan kasih.
h)
Tuhan
Yesus berdoa untuk murid-muridNya. (Matius11:25-27)
dan Yohanes 17.
i)
Tuhan
Yesus mengutus murid-murid-Nya (Matius 28:18-20)
berdasarkan kasih Allah terhadap dunia.
(Yohanes 3:16) menjadi tujuan: supaya setiap orang yang percaya kepadaNya
tidak binasa, melainkan peroleh hidup yang keka.
VI.
Sifat Pemimpin
Melalui contoh yang dari Alkitab bisa ambil kesimpulan
mengenai sifat pemimpin yang takut akan Tuhan.
Ada
dua sifat kepemimpinan yang perlu diterapkan :
a) Sifat alamiah
a.
Percaya
diri sendiri
b.
Mengenal
orang
c. Mampu untuk mengambil keputusan
d. Ambisius
e. Munculkan ide dari diri dendiri
f. Mampu untuk menyuru orang lain
g.
Didoroang
oleh pertimbangan
h. Mandiri
c)
Sifat rohani
a. Percaya kepada Allah
b. Mengenal Allah
c.
Mencari
kehendak Allah
d. Tidak meninggikan diri sendiri
e. Mengikuti caranya Allah
f. Mentaati Allah
g. Didoroang oleh kasih terhadap Allah
h. Bergantung kepada Allah
VII.
Syarat Kepemimpinan
Di bawah ini ada lima syarat yang harus ada pada seorang
pemimpin, yaitu :
1)
Kejujuran
Jujur adalah sifat terbuka, tidak menyembunyikan sesuatu.
Jujur menyatakan hal yang salah dan menyatakan hal yang benar sesuai dengan
fakta.
“menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur, siapa
menjaga jalannya, memelihara nyawanya” (Amsal 16 : 17).
2) Kesetiaan
“Barang
siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia dalam perkara-perkara besar.
Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga
dalam perkara-perkara besar” (Lukas 16:10). Dari ayat ini sudah jelas bahwa
seorang pemimpin jika setia dalam pekerjaan kecil maka ia akan setia juga dalam
pekerjaan besar. Maka dengan demikian mulailah memimpin pekerjaan kecil dengan
tekun dan setia sehingga jika mendapat tugas yang beratpun tidak mersa sulit
baginya.
3)
Kemurahan hati
“Berbahagilah orang yang murah hatinya, karena mereka
akan beroleh kemurahan” (Matius 5:7). Seorang pemimpin dalam menjalankan
tugasnya haruslah dengan murah hatinya tanpa memandang muka terhadap
orang-orang yang dipimpinnya. Karena dengan demikian ia juga akan mendapat
kemurahan.
4)
Kerendahan hati
“Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan
hikmat,, dan kerendahan hati mendahului kehormatan” (Amsal 15:33). “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN
adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan”
(Amsal 22:4).
Jelas dari syarat-syarat ini bahwa seorang pemimpin harus
hidup dan memimpin dengann rendah hati di hadapan Allah. Kerendahan hati yang
semacam ini memuliakan TUHAN dan mentari firman-Nya.
5)
Kesabaran
Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik diperlukan kesabaran
yang tinggi. Kesabaran merupakan sifat yang harus bertumbuh dan berkembang
dalam kehidupan iman. (2 Korintus 6:4)
“sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan
Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan
dan kesukaran.
VIII. Penutup
Pemimpin yang takut akan Tuhan adalah seorang yang
menjalankan tugas dengan setia dan tekun dan dalam segala hal bergantungan
Tuhan. Kita tidak menjadi pemimpin karena pintar, hebat dan kaya tetapi itu
satu kepercayaan Allah untuk memimpin umatNya, melalui memimpin karyawan
kantornya, keluarganya, kelompok masyarakatnya, dsb. Dalam kepemimpinan tidak
mencari kepentingan diri sendiri melainkan mencari kepentingan orang lain demi
Nama Tuhan dipermuliakan. Kepemimpinan yang tidak mengingat akan Tuhan akan
gagal dan tidak berhasil dengan baik.
Kepemimpinan dalam keluarga akan mempengaruhi anggota
keluarga. Anak-anak yang didik tentang Tuhan Allah akan mengenal moral secara
Alkitab. Kepemimpinan yang baik dalam gereja akan mempengaruhi anggota jemaat.
Pada saat firman Tuhan dibuka, Roh Kudus akan kerja dan anggota jemaat akan
menerima fondasi yang kuat untuk melawan tantangan di dunia.
Sumber
:
Moses Surabut, 2011. Jadilah Pemimpin Yang Takut Akan Tuhan,
Halaman 134-143. Wamena, Jayawijawa, Papua.







0 komentar:
Posting Komentar