Minggu, 01 Desember 2019
Latihan Menulis Berita Yang Baik dan Benar
BPC
GMKI JAYAPURA GELAR PELATIHAN PENULISAN BERITA, BAGI KADER GMKI
JAYAPURA
(LINTAS PAPUA) – Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC
GMKI) Jayapura masa bakti 2018-2020, Jumat 29 November 2019 menggelar Pelatihan
Penulisan Berita bagi kader-kader GMKI.
Pelatihan
tersebut dibuka langsung oleh Ketua Cabang GMKI Jayapura, Ravael Victor Tibul. Dalam
sambutannya menyampaikan : “kader GMKI harus mampu memahami materi yang
disampaikan oleh narasumber, tentang penulisan berita yang baik dan benar, dan
BPC GMKI berharap kepada peserta untuk dapat mengikuti materi dengan baik agar
kedepannya kader GMKI bisa menuslis berita yang baik dan benar yang terjadi di
tanah Papua ini.”
Waktu
pelaksanaan Pelatihan Penulisan Berita berlangsung selama satu hari, yakni
Jumat 29 November 2019, di secretariat GMKI Cabang Jayapura, Distrik Heram,
Kota Jayapura, Papua.
Jumlah
peserta yang mengikuti pelatihan itu Victor mengatakan, sesuai dengan peserta
yang sudah mendaftar berjumlah 36 peserta, namun kita akan melihat dalam
pelaksanaan pelatihan nanti, bungkasnya.
INNER
YUAL, Mahasiswa asal kampus Universitas Ottow Geissler Papua mewakili
teman-temannya mengaku matei yang didapatkan selama mengikuti kegiatan sangat bermanfaat bagi peserta, karena
setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini peserta mampu mengaplikasikan materi
yang didapatkannya. Dan INNER juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPC
GMKI JAYAPURA, yang telah meluangkan waktu dan tempat untuk kami melatih
menulis berita yang baik dan benar, ujarnya.
(By : Mayor
Richard Icahd)
Rabu, 27 November 2019
SEJARA INJIL MASUK DI ANGGRUK
HARI PEKABARAN
INJIL DI TANAH PAPUA
“Dengan Nama Tuhan Kami Menginjak di Tanah
Ini”
5 Februari
1855-2018 = 163 Tahun
Oleh N. P, S.
Pd
Kehidupan orang
Papua sebelum 1855 : percaya pada agama suku yakni (animism dan dinamisme)
Sedangkan dunia lain sudah dalam mengenal TUHAN
melalui Kekaisaran Romawi sampai kepada reformator Martin Luther yang protes sehingga penyebarluasan injil
dari Eropa terus dilakukan melalui berbagai macam cara. Terutama melalui badan
ke kepenginjilan yang ada di Jerman, Belanda, Belgia dan Swis.
Tahun 142 Pdt, Gosner , seorang Jerman, melalui mendidikan dan mengutus pemuda-pemuda sebagai penginjil-penginjil ke daerah kafir. Ia pilih orang yang mempunyai iman yang hidup, yang ingin melayani kepada TUHAN dan siap berjuang untuk memberitakan Injil (kabar baik/kabar gembira). Sebelum mereka diutus keluar, mereka dilatih sebagai tukang dan petani supaya sanggup mencari makanan sendiri tanpa menerima gaji dari siapapun. Mereka disebut utusan tukang-tukang. Dalam satu pertemuan dengan pemuda, Pdt. Gossner berbicara tentang pekerjaan pekabaran Injil, tetapi tiba-tiba dia tunjuk kepda Johann Geissler ddan Tanya : “Dan Kau dengan baju biru itu, apakah kau siap untuk pekerjaan pekabaran Injil?” Geissler langsung menjawab : “Ya, tetapi ada banyak kekurangan pada saya untuk menjadi seorang penginjil yang baik.” Baru Geissler bersama bersama Ottow mulai dipersiapkan sebagai utusan tukang.
1852 Johan Gottlob Geissler dan Kar W. Ottow diutus ke Papua. Sebelumnya mereka pergi ke Belanda untuk belajar bahasa Belanda selama beberapa bulan. Pada tanggal 25 Juni 1852 mereka berangkat dengan kapal dan tiba di Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 7 Oktober 1852 (selama empat bulan dalam kapal). Selama satu setengah tahun mereka tinggal di situ, sambil menunggu hubungan ke Papua. Mereka dengar, bahwa di Papua makan manusia. Semua orang memberi nasehat, supaya jangan pergi ke Papua, tetapi mereka tidak takut. Satu persekutuan pekabaran Injil yang ada di pulau Jawa memberikan sedikit uang modal dan macam-macam barang kepada mereka, supaya Ottow dan Geissler nanti di Papua bisa hidup dari perdagangan. Bulan Mei 1854 mereka berangkat lagi dengan kapal “Tenate” ke Papua yang dulunya disebut “wilayah iblis”.
Tanggal 5 Februari 1855 mereka tiba di Mansinam, satu pulau dekat Manokwari. Dengan berkata “Dalam Nama TUHAN Kami Menginjakkan Kaki di Tanah Ini,” mereka sampai di pantai. Tapi orang Papua tinggal jauh dari mereka, karena berpikir kedua orang putih bukan manusia betul, melainkan jiwa orang mati. Sewaktu kali mau pergi ke pulau besar, mereka harus buat perahu dulu. Tiga kali mereka tebang pohon, tetapi tidak jadi membuat perahu sampai masyarakat rasa kasihan dan jual perahu pada mereka. Beberapa waktu kemudian, mereka dua bekerja keras untuk membuka kebun di pulau besar, sampai jatuh sakit. Tetapi tidak ada yang dating membantu mereka dua .
Tahun 142 Pdt, Gosner , seorang Jerman, melalui mendidikan dan mengutus pemuda-pemuda sebagai penginjil-penginjil ke daerah kafir. Ia pilih orang yang mempunyai iman yang hidup, yang ingin melayani kepada TUHAN dan siap berjuang untuk memberitakan Injil (kabar baik/kabar gembira). Sebelum mereka diutus keluar, mereka dilatih sebagai tukang dan petani supaya sanggup mencari makanan sendiri tanpa menerima gaji dari siapapun. Mereka disebut utusan tukang-tukang. Dalam satu pertemuan dengan pemuda, Pdt. Gossner berbicara tentang pekerjaan pekabaran Injil, tetapi tiba-tiba dia tunjuk kepda Johann Geissler ddan Tanya : “Dan Kau dengan baju biru itu, apakah kau siap untuk pekerjaan pekabaran Injil?” Geissler langsung menjawab : “Ya, tetapi ada banyak kekurangan pada saya untuk menjadi seorang penginjil yang baik.” Baru Geissler bersama bersama Ottow mulai dipersiapkan sebagai utusan tukang.
1852 Johan Gottlob Geissler dan Kar W. Ottow diutus ke Papua. Sebelumnya mereka pergi ke Belanda untuk belajar bahasa Belanda selama beberapa bulan. Pada tanggal 25 Juni 1852 mereka berangkat dengan kapal dan tiba di Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 7 Oktober 1852 (selama empat bulan dalam kapal). Selama satu setengah tahun mereka tinggal di situ, sambil menunggu hubungan ke Papua. Mereka dengar, bahwa di Papua makan manusia. Semua orang memberi nasehat, supaya jangan pergi ke Papua, tetapi mereka tidak takut. Satu persekutuan pekabaran Injil yang ada di pulau Jawa memberikan sedikit uang modal dan macam-macam barang kepada mereka, supaya Ottow dan Geissler nanti di Papua bisa hidup dari perdagangan. Bulan Mei 1854 mereka berangkat lagi dengan kapal “Tenate” ke Papua yang dulunya disebut “wilayah iblis”.
Tanggal 5 Februari 1855 mereka tiba di Mansinam, satu pulau dekat Manokwari. Dengan berkata “Dalam Nama TUHAN Kami Menginjakkan Kaki di Tanah Ini,” mereka sampai di pantai. Tapi orang Papua tinggal jauh dari mereka, karena berpikir kedua orang putih bukan manusia betul, melainkan jiwa orang mati. Sewaktu kali mau pergi ke pulau besar, mereka harus buat perahu dulu. Tiga kali mereka tebang pohon, tetapi tidak jadi membuat perahu sampai masyarakat rasa kasihan dan jual perahu pada mereka. Beberapa waktu kemudian, mereka dua bekerja keras untuk membuka kebun di pulau besar, sampai jatuh sakit. Tetapi tidak ada yang dating membantu mereka dua .
Ottow dan
Geissler mulai memberitakan injil, walaupun bahasa daerah (Numfor) belum
dikuasai betul. Mereka berkhotbah tentang kebangkitan orang mati. Tetapi orang
Papua bilang : “Kubur-kubur tetap tertutup, orang putih ini menipu kita.” Ottow
dan Geissler dalam khotbahnya melawan penyembahan berhala dan perang suku,
tetapi masyarakat tidak mau mendengar. Orang yang ikut kebaktian selalu
berkurang. Pada tahun 1861 sepertiga dari semua penduduk mati oleh karena
penyakit wabah. Geissler menjelaskan : “Inilah hukuman Allah, karena mereka
tidak mau mendengar injil.” Tetapi masyarakat bilang itu jiwa nenekmoyang yang
tidak laku karena ditegur oleh Ottow dan Geissler. Mereka sekarang membalas
lewat penyakit ini,” sehingga mereka menyembah berhala mereka lebih banyak.
1862 Ottow
meninggal pada umur 35 tahun, akibat penyakit parah. Setelah tujuh setengah
tahun bekerja. Pada waktu ia meninggal belum ada yang menerima Yesus Kristus,
belum ada yang di baptiskan. Di atas batu kuburnya tertulis : “Berbahagialah Mereka Yang Tidak Melihat
Namun Percaya.”
BACA JUGA: HUT PI Ke-55 di Yalimo
1863
pendeta-pendeta lain dari Belanda tiba di Mansinam.
1864 Gempa Bumi
menghancurkan seluruh kampung termasuk semua rumah dari pendeta-pendeta
Belanda. Masyarakat berpikir, bahwa pendeta-pendeta Belanda menyebabkan musibah
itu. Di tengah-tengah kesulitan Geissler mulai membangun satu kedung gereja
yang diberi nama gereja PENGHARAPAN.
Waktu gereja itu hamper selesai dibangun, ada angina kencang yang
merusak sebagian besar dari gereja. Namun Geissler meneruskan pembangunan
gereja itu.
Tanggal 1
Januari 1865 Geissler membaptis seorang wanita dengan anaknya perempuan. Mereka
berdua adalah orang pertama menjadi orang Kristen. Perempua itu bernama Sara
dan anaknya diberi nama Margaretha. Geissler tetap terus memberitakan
katekisasi kepada orang-orang yang tinggal di rumahnya dan kepada budak-budak
yang telah dibebaskannya. 1869 dalam pembaptisan kedua pada hari pentakosta tahun
1869 empat orang dibaptis di antara
mereka orang laki-laki yang pertama menerima Yesus. Ia diberi nama Yohanes.
1869 Geissler pergi libur ke Jerman karena sakit. Di tengah perjalanan dari Belanda ke Jerman ia meninggal sebelum bertemu dengan orang tuanya. Ia libur ke dekat kota Siegen, tempat kuburnya masih ada sampai hari ini. Setelah 15 tahun memberitakan injil di Papua, sudah ada 7 orang dari keluarga-keluarga Pdt. Belanda yang meninggal dan hanya 6 orang Papua saja yang dibaptis.
1869 Geissler pergi libur ke Jerman karena sakit. Di tengah perjalanan dari Belanda ke Jerman ia meninggal sebelum bertemu dengan orang tuanya. Ia libur ke dekat kota Siegen, tempat kuburnya masih ada sampai hari ini. Setelah 15 tahun memberitakan injil di Papua, sudah ada 7 orang dari keluarga-keluarga Pdt. Belanda yang meninggal dan hanya 6 orang Papua saja yang dibaptis.
1880 setelah 25 tahun pekabaran injil hanya 11 orang
pria dan 11 orang wanita dibaptis. Banyak pendeta-pendata Belanda telah pulang
ke negerinya karena mereka kecewa bahwa orang Papua tidak mau menerima injil.
1917 Pdt. F. J. F Van Heselt membuka sekolah guru di Mansinam untuk mendidik anak-anak Papua menjadi guru sekolah dan guru Injil. Pada 1925 sekolah itu dipindahkan ke Miei.
1942-1945 selama tiga tahun tentara Jepang berperang dengan tentara sekutu yang dipinpin oleh Amerika Serikat. Tentara-tentara Jepang menangkap semua Pendeta Belanda dan membawa mereka keluar Papua. Jemaat-jemaat ditinggalkan tanpa pemimpin. Dalam keadaan itu gerakan-gerakan yang menunggu kehadiran dunia baru mulai mulai perkembang (Koreri, Kaisiep, Simson). Arwah orang mati menampakan diri dan berjanji akan membuka pintu dunia baru. Untuk maksud itu perlu dibawa babi dan segala kekayaan orang sebagai persembahan untuk arwah-arwah itu. Hal itu dibuat di beberapa tempat, namun pada hasil. Dari pada memasuki dunia baru, segala harta benda orang di korbankan. Didalam gerakan itu banyak orang dibunuh, sekolah-sekolah dan gedung-gedung gereja dihancurkan.
1945-1956 Jemaat-jemaat yang telah rusak di bangun kembali. Orang Krinsten di Papua siap diri untuk mendirikan gereja sendiri. Awalnya hanya Kristen Protestan tetapi akhirnya muncul Khatolik, Islam, Hindu, Budha dan aliran lain di Indonesia seperti sekarang sampai mencapai 30 an aliran gereja Protestan (GKI, GIDI, BAPTIS, KINGMI, GPDI, dll).
Pada tahun 1954 diadakan Sidang Sinode yang persiapan di Serui. Konsep tata Gereja dibicarakan dan sekolah Pendeta di Serui diresmikan.
1956 Pada tanggal 26 Oktober 1956 dalam Sidang Sinode yang pertama di Abepura Gereja Kristen Injili di Tanah Papua diresmikan diakui oleh Pemerintah Belanda. Ketua Sinode pertama adalah Pdt. F. J. F. Rumainum (1956-1968). Lalu ketua Sinode yang kedua Pdt. J. Mamoribo (1977-1971), yang ketiga adalah Pdt. W. Maloali (1971-1977), yang keempat adalah Pdt. M. Koibur (1977-1979), yang ke lima Pdt. L. Sabarobek (ketua Sinode antar waktu (1979-1980), yang keenam adalah Pdt. P. Sawen (1980-1005), Pdt. Corinus Berotabui (2006-2008), yang kesepuluh Pdt. Yeremia Krei (2008-2011). Pendeta A. Yoku (2011-2017), yang kesebelas Pdt. Andrikus Mofu (2017-2022).
SIMBOL GKI; rumah kita, ada manusia, ada budaya dan tanah, ada asset yang bergerak dan tidak bergerak, atas batas, ada tanda, ada logo, ada kantor Sinode, Klasis, Gereja, Jemaat, Bakal Jemaat, Filial, ada Pdt, Guru Injil, Penginjil, Penatua, unsur-unsur Jemaat (PBK, PW, PAM, PAR) dan lembaga social lain ex P3W, Rumah sakit, Lapangan terbang, pertanian, YPK, Perguruan tinggi, ada kemitraan dengan seluruh Negara di dunia, dll.
GKI berdiri diatas dasar Injil saja yang diutulis di dalam Alkitab. GKI tidak mengikuti ajaran yang tidak berdasarkan Alkitab. Penglihatan, mimpi program dari lembaga tidak bisa menjadi dasar pelayanan GKI kalau tidak sesuai dengan ajaran Alkitab.
Di TANAH PAPUA : GKI hadir di seluruh propinsi Papua dan Papua Barat untuk siapa saja. GKI bukan gereja suku. Ada banyak perbedaan menyangkut suku, bahasa, adat istiadat, pandangan dan pendapat, tetapi di dalam Kristus kita telah dijadikan satu tubuh. GKI melayani semua suku, termasuk mereka yang asal dari luar Papua tanpa membedakan anggota-anggota GKI menurut asal, suku dan bahasa mereka.
GAMBAR CAHAYA : Injil yang diberitakan oleh GKI adalah terang untuk semua orang. Ia bawah terang ke seluruh hidup kita, sehingga berkhir segala sesuatu yang menghancurkan dan merugikan manusia.
SALIB : Salib itu ditanam di tengah-tengah Pulau Papua. Salib menunjukkan bahwa Yesus Kristus tetap siap untuk menanggung segala dosa, penderitaan dan perkumulan kita yang ada di tanah Papua. Salib itu akan mengingatkan kita akan kuasa Allah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Dialah yang pada setiap hari menguatkan kita untuk menjalankan tugas kita. Seluruh pelayanan GKI adalah untuk membesarkan nama Yesus Kristus saja, tan cari keuntungan apapun, kecuali kehormatan Kristus sendiri.
Efesus 5 : 8 “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang”. Ayat ini pegangan untuk seluruh kehidupan dan pelyanan GKI.
Sejak 1855-1956 (101 tahun) gereja di tanah Papua ini dipimpin oleh para Zendeling dari luar negeri. Selama 1855-1961 (106 tahun) orang Yali hidup dalam agama suku sedangkan tempat yang sudah mengenal Yesus. PI di Yalimu 1961-2018 (berusia 57) tahun orang Yali menikmati terang bersama TUHAN sedangkan di Papua lain 163 tahun (1855-2018).
Sejak 26 – 10 – 1956 memutuskan tentang nama GKI, punya hokum, symbol/lambang gereja sebagai suatu persekutuan yang sudah mereka di Irian Jaya saat itu. Pdt. J. F. S. Rumainum ketua Sinode pertama orang Papua. Tahun 1959 beliau berangkat ke Belanda meminta tenaga missionaris untuk wilayah Balim Yalimo? Pegunungan Papua.
Proses pengutusan Pdt. Siegried Zollner bersama DR. Willem Vriend untuk dating ke Papua dan tiba di Papua dan proses untuk pergi ke lembah Balim, kemudian berjalan terus ke daerah Yalimo.
Pdt. S. Zollner bersama Dr. W. Vriend, 25 Desember 1960 di Kurima, 24 Maret 1961 di Piliyam Suwele, 1 Mei tiba di Waniok dan 19 Mei tiba di Angguruk.
Pemberitaan injil dengan tangan dalam aktivitas selama hamper sepuluh tahun. Pembaptisan pertama 1971. Injil adalah berita kebenaran Allah selalu ada di pertanian, kesehatan, pendidikan dan pemerintah serta bidang lain dalam dunia ini. (Orang Yali sebagai anak sulung dalam GKI).
1968 Mulai pemberitaan wene secara situasional seperti, drama, gambar, partisipasi Jemaat dalam ibadah hari minggu dll.
Kalau Zollner dan Vriend tidak dating ke Yalimo maka pasti Allah mengutus juga orang lain dengan misi keselamatan lain untuk dating ke lembah Yalimu.
Pekabaran injil di Yalimu sebagai biji pohon yang diberikan kepada kita untuk tanam masing-masing sampai menghasilkan buah. Gereja GKI adalah saya, jangan piker apa yang gereja kasih kepada saya, tetapi kita harus berpikir tentang apa yang saya kasih untuk gereja. Gereja kaya dalam hal kerajaan surga, semakin kita ikut sertakan maka semakin kuat akar kita. Gereja Merintis/pelopor dengan iman sebagai dasar sedangkan pemerintah membangun dengan dasar uang. Marilah kita mengambil bagian dalam kerjaan Allah di bumi sebab nama dan karya kita akan dicatat untuk kerajaan Allah di surge juga.
1917 Pdt. F. J. F Van Heselt membuka sekolah guru di Mansinam untuk mendidik anak-anak Papua menjadi guru sekolah dan guru Injil. Pada 1925 sekolah itu dipindahkan ke Miei.
1942-1945 selama tiga tahun tentara Jepang berperang dengan tentara sekutu yang dipinpin oleh Amerika Serikat. Tentara-tentara Jepang menangkap semua Pendeta Belanda dan membawa mereka keluar Papua. Jemaat-jemaat ditinggalkan tanpa pemimpin. Dalam keadaan itu gerakan-gerakan yang menunggu kehadiran dunia baru mulai mulai perkembang (Koreri, Kaisiep, Simson). Arwah orang mati menampakan diri dan berjanji akan membuka pintu dunia baru. Untuk maksud itu perlu dibawa babi dan segala kekayaan orang sebagai persembahan untuk arwah-arwah itu. Hal itu dibuat di beberapa tempat, namun pada hasil. Dari pada memasuki dunia baru, segala harta benda orang di korbankan. Didalam gerakan itu banyak orang dibunuh, sekolah-sekolah dan gedung-gedung gereja dihancurkan.
1945-1956 Jemaat-jemaat yang telah rusak di bangun kembali. Orang Krinsten di Papua siap diri untuk mendirikan gereja sendiri. Awalnya hanya Kristen Protestan tetapi akhirnya muncul Khatolik, Islam, Hindu, Budha dan aliran lain di Indonesia seperti sekarang sampai mencapai 30 an aliran gereja Protestan (GKI, GIDI, BAPTIS, KINGMI, GPDI, dll).
Pada tahun 1954 diadakan Sidang Sinode yang persiapan di Serui. Konsep tata Gereja dibicarakan dan sekolah Pendeta di Serui diresmikan.
1956 Pada tanggal 26 Oktober 1956 dalam Sidang Sinode yang pertama di Abepura Gereja Kristen Injili di Tanah Papua diresmikan diakui oleh Pemerintah Belanda. Ketua Sinode pertama adalah Pdt. F. J. F. Rumainum (1956-1968). Lalu ketua Sinode yang kedua Pdt. J. Mamoribo (1977-1971), yang ketiga adalah Pdt. W. Maloali (1971-1977), yang keempat adalah Pdt. M. Koibur (1977-1979), yang ke lima Pdt. L. Sabarobek (ketua Sinode antar waktu (1979-1980), yang keenam adalah Pdt. P. Sawen (1980-1005), Pdt. Corinus Berotabui (2006-2008), yang kesepuluh Pdt. Yeremia Krei (2008-2011). Pendeta A. Yoku (2011-2017), yang kesebelas Pdt. Andrikus Mofu (2017-2022).
SIMBOL GKI; rumah kita, ada manusia, ada budaya dan tanah, ada asset yang bergerak dan tidak bergerak, atas batas, ada tanda, ada logo, ada kantor Sinode, Klasis, Gereja, Jemaat, Bakal Jemaat, Filial, ada Pdt, Guru Injil, Penginjil, Penatua, unsur-unsur Jemaat (PBK, PW, PAM, PAR) dan lembaga social lain ex P3W, Rumah sakit, Lapangan terbang, pertanian, YPK, Perguruan tinggi, ada kemitraan dengan seluruh Negara di dunia, dll.
GKI berdiri diatas dasar Injil saja yang diutulis di dalam Alkitab. GKI tidak mengikuti ajaran yang tidak berdasarkan Alkitab. Penglihatan, mimpi program dari lembaga tidak bisa menjadi dasar pelayanan GKI kalau tidak sesuai dengan ajaran Alkitab.
Di TANAH PAPUA : GKI hadir di seluruh propinsi Papua dan Papua Barat untuk siapa saja. GKI bukan gereja suku. Ada banyak perbedaan menyangkut suku, bahasa, adat istiadat, pandangan dan pendapat, tetapi di dalam Kristus kita telah dijadikan satu tubuh. GKI melayani semua suku, termasuk mereka yang asal dari luar Papua tanpa membedakan anggota-anggota GKI menurut asal, suku dan bahasa mereka.
GAMBAR CAHAYA : Injil yang diberitakan oleh GKI adalah terang untuk semua orang. Ia bawah terang ke seluruh hidup kita, sehingga berkhir segala sesuatu yang menghancurkan dan merugikan manusia.
SALIB : Salib itu ditanam di tengah-tengah Pulau Papua. Salib menunjukkan bahwa Yesus Kristus tetap siap untuk menanggung segala dosa, penderitaan dan perkumulan kita yang ada di tanah Papua. Salib itu akan mengingatkan kita akan kuasa Allah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Dialah yang pada setiap hari menguatkan kita untuk menjalankan tugas kita. Seluruh pelayanan GKI adalah untuk membesarkan nama Yesus Kristus saja, tan cari keuntungan apapun, kecuali kehormatan Kristus sendiri.
Efesus 5 : 8 “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang”. Ayat ini pegangan untuk seluruh kehidupan dan pelyanan GKI.
Sejak 1855-1956 (101 tahun) gereja di tanah Papua ini dipimpin oleh para Zendeling dari luar negeri. Selama 1855-1961 (106 tahun) orang Yali hidup dalam agama suku sedangkan tempat yang sudah mengenal Yesus. PI di Yalimu 1961-2018 (berusia 57) tahun orang Yali menikmati terang bersama TUHAN sedangkan di Papua lain 163 tahun (1855-2018).
Sejak 26 – 10 – 1956 memutuskan tentang nama GKI, punya hokum, symbol/lambang gereja sebagai suatu persekutuan yang sudah mereka di Irian Jaya saat itu. Pdt. J. F. S. Rumainum ketua Sinode pertama orang Papua. Tahun 1959 beliau berangkat ke Belanda meminta tenaga missionaris untuk wilayah Balim Yalimo? Pegunungan Papua.
Proses pengutusan Pdt. Siegried Zollner bersama DR. Willem Vriend untuk dating ke Papua dan tiba di Papua dan proses untuk pergi ke lembah Balim, kemudian berjalan terus ke daerah Yalimo.
Pdt. S. Zollner bersama Dr. W. Vriend, 25 Desember 1960 di Kurima, 24 Maret 1961 di Piliyam Suwele, 1 Mei tiba di Waniok dan 19 Mei tiba di Angguruk.
Pemberitaan injil dengan tangan dalam aktivitas selama hamper sepuluh tahun. Pembaptisan pertama 1971. Injil adalah berita kebenaran Allah selalu ada di pertanian, kesehatan, pendidikan dan pemerintah serta bidang lain dalam dunia ini. (Orang Yali sebagai anak sulung dalam GKI).
1968 Mulai pemberitaan wene secara situasional seperti, drama, gambar, partisipasi Jemaat dalam ibadah hari minggu dll.
Kalau Zollner dan Vriend tidak dating ke Yalimo maka pasti Allah mengutus juga orang lain dengan misi keselamatan lain untuk dating ke lembah Yalimu.
Pekabaran injil di Yalimu sebagai biji pohon yang diberikan kepada kita untuk tanam masing-masing sampai menghasilkan buah. Gereja GKI adalah saya, jangan piker apa yang gereja kasih kepada saya, tetapi kita harus berpikir tentang apa yang saya kasih untuk gereja. Gereja kaya dalam hal kerajaan surga, semakin kita ikut sertakan maka semakin kuat akar kita. Gereja Merintis/pelopor dengan iman sebagai dasar sedangkan pemerintah membangun dengan dasar uang. Marilah kita mengambil bagian dalam kerjaan Allah di bumi sebab nama dan karya kita akan dicatat untuk kerajaan Allah di surge juga.
Kamis, 31 Oktober 2019
25 CONTOH BADAN USAHA MILIK NEGARA INDONESIA (BUMN) Tugas Individu
TUGAS PRIBADI
1. PT
Pertamina
PT Pertamina (Persero)
menjadi salah satu contoh BUMN paling terkenal. Dulunya perusahaan ini dikenal
dengan nama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara. Tugas Pertamina
adalah untuk mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.
2. PT
Telekomunikasi Indonesia
PT Telekomunikasi
Indonesia (Persero) atau Telkom merupakan contoh BUMN yang bergerak di bidang
telekomunikasi. Telkom bertugas membangun dan meningkatkan layanan jaringan
komunikasi telepon nasional di seluruh Indonesia.
3. PT
Garuda Indonesia
PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia yang berstatus
BUMN. Garuda Indonesia menyediakan layanan transportasi penerbangan pesawat
baik secara domestik maupun internasional. Garuda Indonesia dikenal sebagai
salah satu maskapai penerbangan terbaik di dunia.
4. PT
Perusahaan Listrik Negara (PLN)
PT Perusahaan Listrik
Negara atau disingkat PLN merupakan salah satu contoh BUMN yang bergerak di
bidang energi listrik. Tugas PLN adalah mengurus ketersediaan energi listrik di
seluruh Indonesia, mulai dari pengadaan, perbaikan dan penanggulangan.
5. PT
Kereta Api Indonesia (KAI)
PT Kereta Api Indonesia
(Persero) atau disingkat PT KAI adalah salah satu BUMN yang bergerak di bidang
transportasi. Tugas utama PT KAI adalah menyelenggarakan jasa angkutan
transportasi kereta api secara nasional, baik angkutan barang atau penumpang.
6. PT
Bank Negara Indonesia (BNI)
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dikenal sebagai salah satu BUMN di bidang
perbankan. Bank BNI dikenal sebagai salah satu bank nasional yang banyak
memiliki nasabah. BNI juga menjadi bank komersial tertua yang ada di Indonesia
sampai saat ini.
7. PT
Bank Mandiri
PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk merupakan salah satu jenis BUMN lainnya yang bergerak di bidang
keuangan dan perbankan yang dikelola pemerintah. Bank Mandiri dikenal sebagai
bank terbesar di Indonesia dilihat dari jumlah aset, pinjaman dan deposit bank.
8. PT
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI juga termasuk bank BUMN berikutnya.
Sebagai salah satu bank BUMN, bank BRI juga termasuk salah satu bank milik
pemerintah yang terbesar di Indonesia yang memiliki jutaan nasabah.
9. PT
Bio Farma
PT Bio Farma (Persero)
merupakan contoh BUMN yang ada di Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan.
Tugas Bio Farma adalah memproduksi vaksin dan antisera. Bio Farma turut
berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk Indonesia.
10. PT
Dirgantara Indonesia
PT Dirgantara Indonesia
(Persero) adalah jenis BUMN yang berfokus di sektor dirgantara dan pertahanan.
Dirgantara Indonesia ini menjadi satu-satunya perusahaan pesawat terbang di
Asia Tenggara. Dulunya perusahaan ini dikenal dengan nama Industri Pesawat
Terbang Nusantara atau IPTN.
11. PT
Jasa Raharja
PT Jasa Raharja
(Persero) merupakan contoh Badan Usaha Milik Negara di sektor asuransi sosial.
Pertama kali didirikan sejak tahun 1961 lalu, perusahaan Jasa Raharja berfokus
pada penyediaan layanan asuransi sosial pada masyarakat Indonesia.
12. PT
Semen Indonesia
PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk menjadi contoh BUMN yang populer dan bergerak dalam produksi
semen. Dulunya dikenal dengan nama PT Semen Gresik, perusahaan ini menjadi
produsen semen terbesar di Indonesia. Semen Indonesia menjadi BUMN pertama yang
go public dan sahamnya dijual bebas. PT Semen Indonesia memiliki 4 anak
perusahaan yaitu Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa dan Thang Long Cement
Company.
13. PT Pegadaian
PT Pegadaian (Persero)
merupakan contoh BUMN dalam sektor jasa keuangan. Pegadaian bergerak bergerak
tiga lini bisnis perusahaan yaitu pembiayaan, emas dan aneka jasa. Slogan utama
Pegadaian adalah mengatasi masalah tanpa masalah.
14. PT
Bank Tabungan Negara (BTN)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN menjadi contoh BUMN
lain yang bergerak di bidang perbankan, selain bank BNI, bank BRI dan bank
Mandiri. Bank BTN juga menyediakan layanan perbankan dan memiliki jutaan
nasabah.
15.
PT Adhi Karya
PT
Adhi Karya (Persero) Tbk menjadi contoh Badan Usaha Milik Negara yang bergerak
di bidang konstruksi. Adhi Karya telah menjadi perusahaan publik dan didirikan
sejak tahun 1960. Fokus utama PT Adhi Karya adalah dalam berbagai proyek
pembangunan.
16.
PT Wijaya Karya
PT
Wijaya Karya (Persero) Tbk atau disingkat WIKA menjadi perusahaan BUMN yang
telah go public. Perusahaan ini bergerak di bidang konstruksi. Spesialisasi PT
WIKA adalah konstruksi sipil, bangunan gedung, mekanikal elektrikal dan bidang
konstruksi lainnya.
17.
PT Waskita Karya
PT
Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan jenis BUMN lainnya yang bergerak di
bidang konstruksi. BUMN ini juga telah menjadi perusahaan publik. Waskita Karya
sering melaksanakan proyek-proyek strategis nasional yang vital dan penting.
18.
PT Perusahaan Gas Negara
PT
Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau disingkat PGN merupakan contoh BUMN
yang khusus bergerak di bidang gas. Tugas dari PT PGN adalah melakukan
transmisi dan distribusi gas bumi serta mengolah sumber daya gas negara
19. PT
Angkasa Pura I dan II
PT Angkasa Pura (Persero) merupakan BUMN yang bergerak di sektor
transportasi. Tugas Angkasa Pura adalah memberikan pelayanan lalu lintas udara
dan bisnis bandar udara di Indonesia. PT Angkasa Pura I beroperasi di Indonesia
bagian tengah dan timur, sedangkan PT Angkasa Pura II beroperasi di Indonesia
bagian barat.
20. PT
Jasa Marga
PT Jasa
Marga (Persero) Tbk merupakan contoh BUMN di bidang konstruksi transportasi,
khususnya perusahaan jalan tol. Tugas utama PT Jasa Marga adalah membangun, menyelenggarakan
dan mengelola jalan tol sebagai jalur cepat transportasi.
21. PT
Pelabuhan Indonesia I-IV
PT
Pelabuhan Indonesia (Persero) atau disingkat PT Pelindo merupakan BUMN yang
bergerak pada jasa kepelabuhan. Pelindo bertugas mengelola jasa pelabuhan yang
ada di Indonesia. Terdapat 4 perusahaan PT Pelindo dari Pelindo I, Pelindo II,
Pelindo III dan Pelindo IV, masing-masing memiliki wilayah operasi sendiri.
22. PT
Pos Indonesia
PT Pos
Indonesia (Persero) adalah contoh BUMN yang bergerak di sektor perposan, kurir
dan jasa keuangan. Awalnya perusahaan ini berbentuk perusahaan umum (perum)
namun kemudian berganti menjadi perseroan terbatas. Terdapat ribuan kantor pos
yang dikelola di seluruh wilayah Indonesia.
23. PT PAL Indonesia
PT PAL Indonesia
(Persero) merupakan BUMN yang bergerak di insutri galangan kapal. Kantor pusat
dari PT PAL Indonesia terletak di Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan utamanya
adalah memproduksi kapal perang dan
kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal serta rekayasa
umum dengan spesifikasi tertentu.
24. PT
Kimia Farma
PT Kimia
Farma (Persero) Tbk adalah jenis BUMN yang telah menjadi perusahaan publik.
Kimia Farma bergerak di sektor farmasi. Perusahaan ini dikenal sebagai
perusahaan farmasi pertama yang berdiri dalam sejarah Indonesia sampai
sekarang.
25. PT
Pindad
PT Pindad (Persero) merupakan salah satu contoh BUMN yang lebih berfokus
pada bidang pertahanan. Pindad menjadi perusahaan industri dan manufaktur yang
bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial yang ada di Indonesia.
Itulah
daftar BUMN yang ada di Indonesia yang berasal dari berbagai bidang, mulai dari
sektor ekonomi, keuangan, perbankan, jasa, transportasi, konstruksi, layanan
telekomunikasi, energi, minyak bumi dan gas, pelabuhan, pesawat, kesehatan dan
farmasi dan lain-lain.

































